Memasuki tahun 2026, dunia pariwisata global menunjukkan perubahan arah yang semakin jelas. Jika sebelumnya perjalanan identik dengan destinasi populer dan kota-kota besar yang padat wisatawan, kini minat global mulai bergeser ke tempat-tempat yang menawarkan ketenangan, keaslian, dan keberlanjutan. Wisata tidak lagi sekadar tentang sejauh mana seseorang pergi, tetapi tentang bagaimana perjalanan itu memberi dampak — bagi diri sendiri, masyarakat lokal, dan lingkungan.
Perubahan ini tergambar kuat dalam laporan Expedia Unpack ’26, laporan tahunan yang merangkum tren perjalanan global berdasarkan data real-time dari jutaan pencarian harian di situs dan aplikasi Expedia. Melalui laporan ini, Expedia merilis daftar 2026 Destinations of the Year – Beyond the Crowds, yaitu destinasi yang diprediksi akan mengalami lonjakan kunjungan wisatawan di tahun 2026.
Daftar destinasi ini disusun berdasarkan peningkatan pencarian penerbangan dan akomodasi untuk periode perjalanan 1 Januari hingga 31 Desember 2026, dengan perbandingan data pencarian pada periode 2024 dan 2025. Data ini diperkuat oleh:
Menariknya, tahun ini Expedia tidak hanya melihat destinasi dari sisi popularitas, tetapi juga dari kesiapan destinasi dalam menyambut wisatawan secara bertanggung jawab. Untuk itu, diperkenalkan kerangka Smart Travel Health Check, sebuah pendekatan baru yang terinspirasi oleh prinsip World Travel & Tourism Council (WTTC).
Berikut adalah destinasi unggulan versi Expedia, beserta negara asalnya, yang mencerminkan lonjakan minat wisatawan global:
Amerika Serikat tetap menjadi magnet wisata dunia. Namun alih-alih kota besar, wisatawan mulai tertarik pada kawasan alam terbuka yang menawarkan ruang, ketenangan, dan pengalaman lokal yang lebih autentik.
Okinawa mencerminkan wajah lain Jepang: budaya lokal yang kuat, alam tropis, dan gaya hidup yang lebih santai. Destinasi ini menarik wisatawan yang ingin mengenal Jepang di luar hiruk-pikuk kota besar.
Italia tetap menjadi favorit, namun minat kini bergeser ke wilayah pesisir dan pulau. Sardinia menawarkan kombinasi alam, kuliner lokal, dan pengalaman yang lebih intim.
Sebagai bagian dari Asia Tenggara, Vietnam terus naik daun. Phu Quoc menjadi simbol destinasi tropis yang berkembang pesat dengan potensi ekonomi wisata yang besar.
Wilayah pegunungan ini menunjukkan tren wisata alam, slow travel, dan pariwisata berbasis komunitas, jauh dari keramaian kota besar seperti Paris.
Ucluelet menarik wisatawan yang mendambakan ekowisata, alam liar, dan hubungan yang lebih dekat dengan lingkungan.
Kawasan pedesaan Inggris ini melambangkan wisata tenang, lanskap klasik, dan budaya lokal yang terjaga.
Kota kecil bersejarah ini menjadi favorit bagi wisatawan yang tertarik pada seni, budaya, dan kehidupan lokal.
Hobart menawarkan alam murni, identitas lokal yang kuat, serta komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan.
Data Expedia menunjukkan bahwa wisatawan di tahun 2026 semakin sadar bahwa perjalanan memiliki konsekuensi. Mereka mulai menghindari destinasi yang terlalu padat, dan lebih mempertimbangkan apakah kehadiran mereka membawa manfaat atau justru beban bagi masyarakat lokal.
Konsep Smart Travel Health Check menjadi penanda penting. Destinasi yang memenuhi kriteria ini dinilai mampu mengelola pariwisata dengan prinsip pemberdayaan komunitas, transparansi, perlindungan budaya, dan keberlanjutan lingkungan.
Tren ini mengajak kita memaknai ulang kata explore. Menjelajah bukan semata tentang negara mana yang berhasil dikunjungi, melainkan tentang kesadaran, empati, dan tanggung jawab. Di saat banyak orang bermimpi menikmati keindahan Indonesia dan dunia, tidak semua memiliki kesempatan yang sama.
Karena itu, perjalanan di masa depan idealnya tidak hanya meninggalkan foto, tetapi juga meninggalkan kebaikan. Wisata yang bertanggung jawab adalah tentang menghargai manusia, alam, dan budaya yang kita temui.
Berdasarkan laporan Expedia Unpack ’26, negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Italia, Vietnam, Prancis, Kanada, Inggris, Meksiko, dan Australia diprediksi menjadi tujuan favorit wisatawan di tahun 2026. Namun lebih dari daftar destinasi, laporan ini menegaskan arah baru pariwisata global: wisata yang lebih sadar, lebih adil, dan lebih manusiawi.
Explore dunia, tapi jangan lupa mengeksplorasi empati dan tanggung jawab sebagai sesama penghuni bumi.
Kalau biasanya orang ngomongin destinasi laut impian itu Bali, Maldives, atau Raja Ampat, sebenarnya Indonesia…
Kalau kamu ngerasa destinasi wisata sekarang makin rame, penuh antrian, dan kadang overhyped, mungkin ini…
Kalau kamu lagi cari tempat wisata yang belum terlalu ramai tapi punya view yang bikin…
Kalau kamu lagi cari gunung yang belum terlalu ramai tapi punya pengalaman pendakian yang “niat”,…
Kalau kamu lagi cari destinasi pendakian yang belum terlalu ramai, minim distraksi, dan masih super…
Kalau kamu lagi jenuh sama rutinitas dan butuh tempat buat “kabur” sejenak dari hiruk-pikuk kota,…