Di tengah cepatnya dunia berubah, gaya liburan pun ikut berevolusi. Generasi Z—yang lahir antara 1997 hingga 2012—muncul sebagai penentu arah tren wisata baru. Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z tidak hanya mencari tempat yang estetik untuk difoto. Mereka menginginkan pengalaman yang autentik, fleksibel, dan bermakna.
Memasuki tahun 2025, tiga jenis liburan tampak mendominasi pilihan Gen Z: staycation, workation, dan adventure travel. Tapi, mana yang paling mereka sukai? Mari kita telusuri lebih dalam tren liburan masa kini yang sedang naik daun.
Staycation—alias liburan tanpa meninggalkan kota atau bahkan rumah—tetap menjadi pilihan populer, terutama untuk Gen Z yang ingin mengisi ulang energi tanpa repot.
Faktor yang membuat staycation menarik antara lain:
Staycation bukan berarti membosankan. Bagi Gen Z, hotel dengan interior aesthetic, kolam renang, tempat tidur empuk, dan akses Wi-Fi cepat sudah cukup untuk merasakan nuansa liburan. Beberapa bahkan memilih “me time” staycation, untuk detox dari media sosial, atau menyelesaikan buku yang sudah lama tertunda.
Tren 2025: Banyak hotel kini menawarkan paket “Wellness Staycation” yang mencakup yoga, spa, healthy food, dan kelas meditasi. Ini cocok banget dengan gaya hidup mindful yang sedang digemari Gen Z.
Jika pandemi mengubah sesuatu secara permanen, salah satunya adalah munculnya tren remote working. Dan Gen Z adalah penggerak utama tren workation—kerja dari mana saja, termasuk dari tempat liburan.
Workation adalah solusi ideal untuk mereka yang tidak ingin memilih antara pekerjaan dan jalan-jalan. Cukup dengan laptop, Wi-Fi stabil, dan secangkir kopi, Gen Z bisa bekerja dari:
Selain terlihat keren di Instagram, workation juga memberi ruang kreatif dan menyegarkan pikiran. Banyak dari mereka merasa lebih fokus dan semangat bekerja dari lokasi baru.
Tren 2025: Resort dan villa kini mulai menyediakan fasilitas work-friendly seperti meja kerja ergonomis, ruang meeting online, bahkan layanan print & scan.
Baca Juga: Diskon Hotel di Timur Indonesia – Cuma di Seindo Travel!
Meski staycation dan workation nyaman, banyak Gen Z juga mengejar liburan penuh tantangan. Mereka ingin keluar dari zona nyaman, mencoba pengalaman baru, dan membagikannya di media sosial.
Jenis-jenis adventure travel yang digemari Gen Z:
Apa yang membuat adventure travel menarik? Bagi Gen Z, ini bukan cuma soal petualangan fisik. Tapi juga tentang menemukan jati diri, mengenal budaya lokal, dan menjalin koneksi baru.
Tren 2025: Semakin banyak open trip yang fokus pada “off the beaten path” atau destinasi anti-mainstream yang belum ramai wisatawan.
Jawabannya: semua!
Generasi Z bukan tipe yang hanya setia pada satu gaya liburan. Mereka fleksibel dan suka mencoba hal baru. Bahkan tak jarang, dalam satu tahun mereka bisa:
Mereka juga sangat aktif di media sosial, jadi apapun jenis liburannya, selalu ada konten menarik yang bisa dibagikan.
Kalau kamu bingung memilih antara staycation, workation, atau adventure, coba jawab pertanyaan ini:
Yang terpenting, pilih gaya liburan yang sesuai kebutuhan dan kondisi mentalmu saat ini. Karena tujuan utama dari liburan bukan hanya untuk pergi, tapi juga untuk pulang dengan versi diri yang lebih segar.
Travel trend di tahun 2025 menunjukkan bahwa Gen Z adalah generasi yang dinamis, kreatif, dan tidak mau ketinggalan. Mereka ingin liburan yang berarti, fleksibel, dan punya cerita.
Bagi industri pariwisata, ini adalah peluang besar. Menawarkan paket yang bisa menggabungkan relaksasi, produktivitas, dan petualangan bisa jadi strategi terbaik untuk menarik hati mereka.
Jadi, kamu tim staycation, workation, atau adventure?
Atau kamu Gen Z yang sudah pernah mencoba ketiganya sekaligus?
💬 Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar!
Kalau biasanya orang ngomongin destinasi laut impian itu Bali, Maldives, atau Raja Ampat, sebenarnya Indonesia…
Kalau kamu ngerasa destinasi wisata sekarang makin rame, penuh antrian, dan kadang overhyped, mungkin ini…
Kalau kamu lagi cari tempat wisata yang belum terlalu ramai tapi punya view yang bikin…
Kalau kamu lagi cari gunung yang belum terlalu ramai tapi punya pengalaman pendakian yang “niat”,…
Kalau kamu lagi cari destinasi pendakian yang belum terlalu ramai, minim distraksi, dan masih super…
Kalau kamu lagi jenuh sama rutinitas dan butuh tempat buat “kabur” sejenak dari hiruk-pikuk kota,…